Berita Desa

Rekonstruksi Kasus Yuyun, Begini Kesadisan Terhadap Korban Siswi SMP Di Bengkulu – Berita Terbaru

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email



4 Mei 2016 – Rekonstruksi Kasus Yuyun, Begini Kesadisan Pelaku Terhadap Korban Siswi SMP Di Bengkulu – Berita Terbaru
Thanks for Subcribes and Share
Please Like and Coment
Polisi menggelar rekonstruksi kasus pemerkosaan disertai pembunuhan Yuyun di Desa Kasie Kasubun, Padang Ulak Tanding, Raja Lembong, Bengkulu, Senin (2/5) kemarin. Pada rekonstruksi ini tergambar bagaimana 14 pelaku melakukan tindakan kejinya kepada Yuyun.‎

“Kemarin dilaksanakan rekonstruksi terhadap 12 pemuda yang telah melakukan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur, Y (14),” kata Kadiv Humas Polri Brigjen Boy Rafli di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (3/5).

Boy melanjutkan, proses rekonstruksi hanya melibatkan 12 pelaku, sedangkan dua lainnya masih buron. Dari rekonstruksi, tambah dia, penyidik bisa menyusun rangkaian kronologi, yang bisa menjadi bahan penyusunan berkas perkara.

Dari hasil rekonstruksi, beber Boy, 14 pelaku secara bergilir menyetubuhi Yuyun. Bahkan di antara mereka, ada juga pelaku yang mengulangi tindak pemerkosaan. Padahal kondisi Yuyun sudah tidak berdaya, terkulai lemas hingga akhirnya tak bernyawa.

“Jadi ini tindakan yang sangat tidak manusiawi dan tidak beradab,” tegas Boy.

Peristiwa itu bermula saat 14 pelaku mengumpulkan uang untuk membeli tuak sebanyak 14 liter di salah satu warung di desa Kasie Kasubun. Kemudian 14 pelaku itu mengadakan pesta tuak di sebuah kebun pada Sabtu (2/4).

Usai berpesta masih hari yang sama, sekitar pukul 12.00 WIB para pelaku keluar dari kebun dan berkumpul di pinggir jalan dan 14 pelaku itu masih dalam kondisi mabuk.‎

Kemudian sekitar pukul 13.00 WIB, korban melintas di jalan dekat kebun karet usai pulang sekolah. Korban masih menggunakan seragam sekolah dan membawa pulang taplak meja serta bendera merah putih untuk dicuci di rumah.
Polisi menggelar rekonstruksi kasus pemerkosaan disertai pembunuhan Yuyun di Desa Kasie Kasubun, Padang Ulak Tanding, Raja Lembong, Bengkulu, Senin (2/5) kemarin. Pada rekonstruksi ini tergambar bagaimana 14 pelaku melakukan tindakan kejinya kepada Yuyun.‎

“Kemarin dilaksanakan rekonstruksi terhadap 12 pemuda yang telah melakukan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur, Y (14),” kata Kadiv Humas Polri Brigjen Boy Rafli di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (3/5).

Boy melanjutkan, proses rekonstruksi hanya melibatkan 12 pelaku, sedangkan dua lainnya masih buron. Dari rekonstruksi, tambah dia, penyidik bisa menyusun rangkaian kronologi, yang bisa menjadi bahan penyusunan berkas perkara.

Dari hasil rekonstruksi, beber Boy, 14 pelaku secara bergilir menyetubuhi Yuyun. Bahkan di antara mereka, ada juga pelaku yang mengulangi tindak pemerkosaan. Padahal kondisi Yuyun sudah tidak berdaya, terkulai lemas hingga akhirnya tak bernyawa.

“Jadi ini tindakan yang sangat tidak manusiawi dan tidak beradab,” tegas Boy.

Peristiwa itu bermula saat 14 pelaku mengumpulkan uang untuk membeli tuak sebanyak 14 liter di salah satu warung di desa Kasie Kasubun. Kemudian 14 pelaku itu mengadakan pesta tuak di sebuah kebun pada Sabtu (2/4).

Usai berpesta masih hari yang sama, sekitar pukul 12.00 WIB para pelaku keluar dari kebun dan berkumpul di pinggir jalan dan 14 pelaku itu masih dalam kondisi mabuk.‎

Kemudian sekitar pukul 13.00 WIB, korban melintas di jalan dekat kebun karet usai pulang sekolah. Korban masih menggunakan seragam sekolah dan membawa pulang taplak meja serta bendera merah putih untuk dicuci di rumah.

source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *