Berita Desa

Detik Detik Erupsi Gunung Sinabung 2016 Dan Awan Panas – Berita Terbaru

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email



23 Mein 2016 – Detik Detik Erupsi Gunung Sinabung 2016 Dan Awan Panas – Berita Terbaru
Thanks for Subcribes and Share
Please Like and Coment
Sudah tujuh warga di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, meninggal dunia sejak Gunung Sinabung meluncurkan awan panas pada Sabtu (21/05) lalu.
Semua korban adalah warga Desa Gamber, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo yang berada dalam radius lima kilometer dari puncak gunung. Mereka diyakini tengah bertani ketika awan panas meluncur.
Pelin Depari, relawan sekaligus pengungsi Gunung Sinabung, mengatakan jatuhnya korban disebabkan kelalaian para penduduk desa yang berkeras menuju lahan pertanian. Padahal wilayah itu masuk kategori zona merah, daerah tertutup untuk masyarakat karena bahaya yang ditimbulkan aktivitas gunung.
“Mereka selalu masuk zona merah lewat jalan-jalan tikus, bukan dari jalan umum. Jalan umum sudah dijaga oleh aparat keamanan,” kata Pelin kepada BBC Indonesia.
Namun, tidak semua pengungsi sependapat dengan Pelin. Ketika ribuan warga Kabupaten Karo mengungsi tahun lalu, seorang warga bernama Abdi Kacaribu mengaku perlu kembali bertani seperti layaknya di kampung halaman.
“Yang kami butuhkan adalah kami bisa bekerja, seperti layaknya di kampung. Kami butuh merasa mandiri.”
Keinginan Abdi bisa dipahami, namun demi keamanan dia dan penduduk desa lainnya didesak untuk tak lagi bertani di zona merah. Jika imbauan tersebut dipatuhi, menurut pakar vulkanologi, Surono, potensi risiko bencana bisa dikurangi.
“Pada prinsipnya, letusan Gunung Sinabung belum pernah keluar dari radius lima kilometer, sampai sekarang. Yang jadi masalah adalah karena Gunung Sinabung ini lama tidak meletus, sehingga masyarakat terlalu dekat dengan Gunung Sinabung. Itu menjadi masalah, risiko bencana menjadi terlalu tinggi,” kata Surono.
Mantan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana itu menyarankan agar radius lima kilometer dari puncak gunung tidak lagi dihuni manusia.
“Itu kan daerah yang bahaya, daerah yang harus kosong dari aktivitas masyarakat. Harus direlokasi bahkan,” tambah Surono.

source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *